Forum Diskusi FEMA 2021 Tentang Menyingkap Akar Pemikiran Teknologi

  • femaunpa 

Menyingkap Akar Pemikiran Teknologi

Teknologi sebagai sarana untuk membantu kehidupan manusia diawali oleh

pemikiran sederhana untuk menunjang keberlangsungan hidup umat manusia,

namun sering kali teknologi dianggap sebagai suatu pengetahuan yang kompleks

dan sulit dipahami, padahal pemahaman tersebut dapat dengan mudah dipahami

jika diuraikan secara sistematis namun fleksibel.

Pemahaman Dasar Teknologi

Secara etimologi, teknologi berasal dari perpaduan dua kata, yaitu techne dan logos.

Dalam bahasa Yunani techne artinya keterampilan sedangkan logos artinya ilmu

pengetahuan. Kata teknologi dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari

bahasa Inggris yaitu technology yang artinya penerapan pengetahuan ilmiah untuk

tujuan praktis kehidupan manusia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teknologi adalah metode ilmiah

untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; keseluruhan sarana

untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan

kenyamanan hidup manusia.

Berdasarkan penjelasan di atas, pemahaman dasar teknologi merupakan ekstraksi

sains yang aplikatif untuk membantu kehidupan manusia.

Histori dan Inovasi Teknologi

Teknologi dimulai dengan konversi sumber daya alam menjadi peralatan

sederhana. Pada zaman prasejarah, alat batu merupakan teknologi pertama yang

diciptakan manusia melalui pemikiran. “Ini adalah ide manusia, bukan muncul

begitu saja” menurut Mark Moore, arkeolog eksperimental dari University of New 

England. Kemudian berlanjut dengan perunggu dan besi yang dimanfaatkan untuk

menjadi berbagai perkakas yang mempermudah hidup manusia.

Memasuki zaman kuno, teknologi sudah mengalami kemajuan dengan

ditemukannya piramida Mesir kuno serta tulisan. Kemajuan teknologi juga dapat

dilihat dengan mulai ditemukannya alat trasportasi massal seperti kereta kuda,

gerobak, hingga kapal.

Memasuki zaman pertengahan hingga modern, ilmu pengetahuan implisit teknologi

mulai berkembang ditandai dengan adanya penemuan di berbagai bidang seperti

busur, mesin cetak, hingga kompas sebagai navigasi kapal untuk melakukan

penjelajahan dunia melalui lautan.

Memasuki zaman revolusi industri, terjadi perkembangan teknologi secara radikal

dan secara besar-besaran pada berbagai aspek kehidupan manusia sehingga terjadi

substitusi dari tenaga manusia beralih menggunakan mesin. Revolusi industri

identik dengan perubahan cara manusia mengolah sumber daya, produksi hingga

distribusi. Sebelum revolusi industri, manusia memproduksi sesuatu hanya

mengandalkan tenaga manusia, tenaga air, ataupun tenaga angin. Namun, tenaga

tersebut memiliki kendala dari berbagai aspek yaitu terbatas sehingga non-efisiensi.

Revolusi industri dimulai dari revolusi industri 1.0, ditandai dengan ditemukannya

mesin uap yang mengubah sejarah sehingga menjadikan proses lebih efisien.

Berikutnya revolusi industri 2.0, ditandai dengan ditemukannya energi listrik, dari

yang sebelumnya menggunakan mesin uap perlahan mulai tergantikan oleh energi

listrik yang dapat diaplikasikan pada mesin. Selanjutnya revolusi industri 3.0,

ditandai dengan ditemukannya mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara

otomatis yaitu komputer dan robot. Dengan ditemukannya komputer dan robot

bukan hanya tenaga manusia yang tergantikan tetapi manusia itu sendiri. Kemudian

revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung saat ini, terdapat banyak inovasi yang

signifikan diantaranya yaitu Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big

Data dan Cloud Computing.

Implikasi Teknologi dalam Kehidupan Manusia Kontemporer

Semenjak teknologi ditemukan dan berinovasi terus-menerus berimplikasi

terhadap kemudahan hidup manusia. Mulai saat itu manusia menikmati akan

hadirnya teknologi yang telah memberikan kemudahan dan telah menjadi bagian

yang tidak dapat dipisahkan di dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Progresivitas teknologi turut beriringan dengan perkembangan serta desakan

zaman, resultan dari progresivitas teknologi tersebut dapat diaplikasikan untuk

progresivitas kehidupan manusia.

Ironisnya, saat ini terdapat manusia yang menggunakan teknologi tidak

sebagaimana mestinya. Manusia tersebut terbuai oleh kemudahan dan kenyamanan

teknologi yang berdampak menjadi dependensi dan dibui oleh teknologi.

Manusia harus menyadari bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua, banyak

memiliki dampak positif, tetapi juga tidak sedikit memiliki dampak negatif.

Teknologi dapat konstruktif, tetapi dapat juga destruktif. Sehingga manusia harus

bijaksana dalam menggunakan teknologi agar tidak terdegradasi apalagi

tereliminasi.

Penulis:

Yusuf Eko Winarto

Divisi Penelitian dan Pengembangan

Panitia Forum Diskusi

FEMA FT UNPAS Periode 2020/2021